Carlos Vela Menolak Berpartisipasi Di Piala Dunia 2014

Carlos Vela Menolak Berpartisipasi Di Piala Dunia 2014

Carlos Vela Menolak Berpartisipasi Di Piala Dunia 2014

Carlos Vela Menolak Berpartisipasi Di Piala Dunia 2014 – Carlos Vela telah menjadi seorang pemain yang kontroversial dengan memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia di Brazil di musim panas ini. Mantan striker Arsenal Carlos Vela telah menyebabkan banyak protes yang di lontarkan dari para pendukung Meksiko atas keputusannya untuk tidak berpartisipasi di Piala Dunia musim panas ini. Pemain yang kini berusia 24 tahun tersebut tidak tampil untuk El Tri untuk beberapa tahun terakhir setelah kritik dari pers karena kinerjanya yang buruk dan sebagai hasil dari hubungan yang buruk dengan para eksekutif dari Federasi Sepakbola Meksiko.

Carlos Vela Menolak Berpartisipasi Di Piala Dunia 2014 – Meskipun membuat sebuah kebisingan tentang kembali dirinya yang mungkin akan kembali tim nasional Mexiko menyusul perubahan di manajemen, namun Carlos Vela telah membantah untuk mengambil kesempatan tersebut – sebagai akibat dari ketidak inginnnya mengganggu musim domestik yang fantastis dengan Real Sociedad. Awal pekan ini, pelatih tim nasional Meksiko Miguel Herrera terbang ke Spanyol dengan pejabat Federasi Sepakbola Meksiko dalam upaya untuk membujuk striker tersebut untuk ikut dalam berpartisipasi di Piala Dunia  di Brazil bulan Juni mandatang. Namun, Carlos Vela sekali lagi telah menolak tawaran tersebut dan bersikeras bahwa dia belum 100% siap untuk bermain bersama tim nasional Meksiko.

Carlos Vela Menolak Berpartisipasi Di Piala Dunia 2014 – Keputusan Carlos Vela untuk tidak mewakili negaranya di panggung terbesar di dunia telah dipenuhi dengan kritik dan suara – suara putus asa, dari sesama pemain Meksiko dan juga dari fans. Striker Tigres yang berusia 32 tahun Lucas Lobos memilih untuk melihat sisi positif dari sikap yang di tunjukkan oleh Carlos Vela,  dimana ia mengatakan : ” Sikap negatif dan penolakan dari Carlos Vela lebih baik bagi kita dan bagi mereka yang bermain di posisi itu karena kita sekarang memiliki kesempatan lain” Namun demikian, ada beberapa yang telah membela Carlos Vela di antara kritik. Menurut Bendito futbol, ​​salah satunya adalah legenda Real Madrid Huge Sanchez yang percaya bahwa mantan striker Arsenal tersebut telah menderita untuk suatu ketidak adilan, dimana ia mengatakan :

Carlos Vela Menolak Berpartisipasi Di Piala Dunia 2014 – “Kita harus membela dia dari serangan media. Ia mengatakan ‘tidak’ untuk situasi yang terlihat tidak adil dan itu membuatnya menjadi pemain terbaik Meksiko. Hal serupa juga telah erjadi padaku.” “Ini adalah keputusan yang abnormal, tapi dia tidak ingin mengambil tempat dari seorang rekan yang telah memainkan kualifikasi Piala Dunia.” “Situasi Carlos Vela adalah sesuatu yang ekstra di mana kebanggaan dan martabat telah dimasukkan ke dalam satu sisi.” Apakah Carlos Vela telah membuat kesalahan dengan tidak mewakili negaranya di Piala Dunia yang akan di selenggarakan di Brazil nanti ?

Buffon Anggap Negaranya Berada di Grup Maut Piala Dunia 2014

Buffon Anggap Negaranya Berada di Grup Maut Piala Dunia 2014

Buffon Anggap Negaranya Berada di Grup Maut Piala Dunia 2014

Italia sudah tergabung di dalam grup bersama tim lain seperti Inggris, Uruguay dan Costa Rika. Penjaga gawang andalan timnas Italia yakni bernama Gianluigi Buffon mengungkapkan bahwa dirinya itu sudah menyadari bahwa timnya itu berada di dalam grup yang sangat berat untuk di jalani. Nama Buffon memang merupakan salah satu nama pemain yang sudah tidak muda lagi yang masih di percaya memperkuat timnas Italia hingga saat ini. Sebagai salah satu pemain yang sangat kaya akan pengalaman maka penjaga gawang andalan kubu klub Juventus tersebut itu pun menyadari bahwa tidak akan muda bagi timnya itu untuk menjadi juara di ajang Piala Dunia 2014 di Brasil mendatang. Buffon mengungkapkan bahwa ajang Piala Dunia merupakan sebuah turnamen yang sangat luar biasa dan salah satu kompetisi yang memang akan sangat sulit untuk di jalani dan menuju keluar sebagai pemenang dalam kompetisi tersebut itu.

Meskipun demikian, penjaga gawang yang pernah mengantarkan timnas Italia menjuarai Piala Dunia 2006 silam tersebut itu mengungkapkan bahwa dirinya meyakini mengenai peluang negaranya itu untuk bisa kembali menjadi yang terbaik di turnamen Piala Dunia 2014 mendatang tersebut itu masih terbuka  lebar. Asalkan pelatih timnas Italia yakni bernama Cesare Prandelli itu bisa dan bahkan sebisa mungkin menyiapkan skuadnya itu dengan sebaik mungkindan mejadi lebih menyatu serta kompak lagi ke depannya. Buffon juga melajutkan komentarnya dengan mengungkapkan jika dalam periode tersebut itu timnya bisa menciptakan sebuah tim yang memiliki rasa penuh semangat tinggi maka sebuah kesatuan tim serta bisa mengoptimalkan kebugaran para pemain, dengan itu maka kami bisa bertahan selama tujuh laga bahkan bisa mendapatkan kemenangan nantinya di dalam ajang tersebut.

Berada satu grup dengan tim sekelas Inggris, Uruguay dan Kosta Rika tersebut itu memang sudah jelas sekali sangat berat. Itu semua sudah jelas lebih berat dari pada beberapa grup lain yang sudah di voting, akan tetapi itu semua memang setara dengan yang lainnya. Meskipun berada di grup yang di anggap sangat berat, penjaga gawang veteran tersebut itu mengungkapkan bahwa skuadnya tidak akan pernah merasa takut dengan calon lawan yang akan di hadapi nantinya karena merasa yakin skuad timnas Italia pada saat ini sudah di huni oleh para pemain yang memiliki kualitas yang apik dan kebanyakan sudah di isi oleh para pemain muda yang memiliki kemampuan bermain sangat apik.

Di sisi lain jika di lihat dari babak penyisihan pada beberapa waktu lalu maka timnas Italia mampu bermain apik dan lolos ke putaran final Piala Dunia 2014 di Brasil mendatang itu dengan predikat sebagai juara grup.

Perancis Tetap Bidik Target Lolos 16 Besar Piala Dunia 2014

Perancis Tetap Bidik Target Lolos 16 Besar Piala Dunia 2014

Perancis Tetap Bidik Target Lolos 16 Besar Piala Dunia 2014

Prancis memang sudah dipastikan tampil dalam Piala Dunia 2014 di Brasil tahun depan. Namun perjuangan tim asuhan Didier Deschamps tidaklah mudah. Untuk mengantongi tiket ke Brasil, Prancis tidak bisa langsung melaju, namun mereka masih harus menjalani babak play-off terlebih dahulu menghadapi Ukraina. Bahkan kesempatan mereka semakin kecil saat Ukraina berhasil mengalahkan mereka dengan skor  2-0 di pertandingan putaran pertama. Namun akhirnya di putaran kedua Prancis berhasil membalas kekalahan dengan skor 3-0 . Akhirnya dengan hasiagregat 3-2 Prancis berhasil mengantongi tiket melaju ke Brasil. Berdasarkan pengalaman dari usaha mereka tersebut, Didier Deschamps memberi peringatan kepada para anak asuhnya untuk tidak menganggap enteng siapapun lawan mereka di Piala Dunia 2014 nanti. Pembagian grup di Piala Dunia 2014 sudah diumumkan pada hari jumat tanggal 6 Desember 2013 kemarin di Costa Do Sauipe Bahia State Brazil.

Berdasarkan pengumuman tersebut Prancis akan bertemu dengan Swiss, Ekuador dan Honduras. Keempat negara ini tergabung dalam grup E. Hasil pengundian grup tersebut diterima dengan baik oleh Didier Deschamps sebagai pelatih Timnas Prancis. Menurut Didier Deschamps laga itu nanti bisa saja menjadi rumit. Mereka akan bertemu dengan negara tetangga Swiss, Ekuador dan Honduras yang memiliki pola permainan yang sama. Pelatih Prancis itu mengatakan bahwa saat menghadapi Ukraina banyak pihak yang menyebutkan Ukraina adalah lawan yang menguntungkan bagi Prancis namun hasilnya sangat mengejutkan. Ukraina sangat tangguh dan hampir saja menjegal laju Prancis ke Piala Dunia. Maka dari itu, Didier Deschamps tak memasang target yang terlalu muluk muluk. Sebelumnya di Piala Dunia 2010, Prancis tak bisa melewati fase grup sehingga pada Piala Dunia 2014 kali ini Prancis hanya ingin melebihi pencapaian mereka di Afrika Selatan lalu yaitu bisa lolos ke babak 16 besar.

Untuk laga perdana, Prancis dijadwalkan akan menghadapi Honduras.Meraih kemenangan dalam laga pertama itu sangat penting. Dengan kemenangan akan membuat Prancis dalam posisi terbaik. Didier Deschamps mengatakan bahwa tidak ada lawan yang mudah, bagi Prancis mereka harus ambisius namun masih tetap realistis. Setelah hasil pengundian diumumkan target Prancis masih belum berubah yaitu bisa meneruskan laju mereka ke babak 16 besar. Prancis bukanlah salah satu negara yang di jagokan menjadi negara terkuat di Piala Dunia 2014 nanti seperti Spanyol, Italia dan Brazil. Hal ini disebabkan karena catatan Prancis yang belum memuaskan di Piala Dunia. Prancis terakhir berhasil menjuarai Piala Dunia di tahun 1998. Kemudian Prancis gagal meraih prestasi tersebut tiga kali berturut turut. Bahkan di Piala Dunia 2002, Prancis tidak bisa lolos dari babak penyisihan grup. Pada Piala Dunia 2006, Prancis sempat melaju ke putaran final namun harus tersingkir lagi di babak penyisihan grup saat Piala Dunia 2010 lalu.