Bayern Munchen, Toni Kroos Dan Manchester United

Bayern Munchen, Toni Kroos Dan Manchester United

Bayern Munchen, Toni Kroos Dan Manchester United

Bayern Munchen, Toni Kroos Dan Manchester United – Bayern Munich mengatakan bahwa saat ini mereka tidak punya niat untuk menjual pemain yang menjadi Manchester United, Toni Kroos sebelum kontraknya berakhir pada 2015. CEO Bayern Karl-Heinz Rummenigge mengatakan bulan lalu bahwa klub tidak mampu untuk menyetujui perpanjangan karena perbedaan pendapat tentang masalah keuangan, dengan laporan yang menunjukkan Kroos ingin melipatgandakan gaji yang di terimanya saat ini. United telah dikaitkan dengan Kroos setelah manajer David Moyes digambarkan bertemu dengan salah satu agen pemain di pertandingan Bayern baru-baru ini, dan Pep Guardiola kemudian menyarankan gelandang tersebut bisa dijual.

Bayern Munchen, Toni Kroos Dan Manchester United – Keraguan atas masa depannya meningkat ketika ia melemparkan sarung tangannya di bangku dan menunjukkan ekspresi frustrasi ketika digantikan saat menang 2-1 atas klub Stuttgart pada pertandingan Bundesliga hari Rabu, yang dilakukan Kroos sejak dibahas dalam surat kabar Jerman Bild. Namun, direktur olahraga Bayern Matthias Sammer tetap mempertahankan pendapat bahwa klub tidak memikirkan memungkinkan Kroos untuk meninggalkan Bayern di musim panas mendatang. “Kami tidak punya niat untuk menjual Toni prematur,” katanya kepada Sueddeutsche Zeitung. “Seperti yang dikatakan Presiden Bayern, Uli Hoeness, baru-baru ini: Bayern adalah klub yang membeli, bukan klub yang menjual.” Sammer mengindikasikan bahwa mereka akan bersedia untuk memungkinkan Kroos untuk lari ke bawah kontraknya jika tidak ada kesepakatan baru tercapai. “Kami ingin memperpanjang kesepakatan dengan Toni, semua orang di klub setuju pada hal itu, tapi itu bukan masalah sederhana,” katanya.

Bayern Munchen, Toni Kroos Dan Manchester United – “Anda tidak bisa mengatakan bahwa kemungkinan besar 80-20 atau bahkan 70-30 dalam mendukung perpanjangan.” Sammer juga mengatakan Kroos dan Thiago Alcantara bisa membentuk kemitraan lini tengah yang sebanding dengan Xavi dan Andres Iniesta di Barcelona. “Kroos adalah lebih strategis dari dua pemain, mirip dengan Xavi,” katanya. “Thiago lebih seperti Iniesta, ia mengambil pendekatan yang lebih berisiko dan menghasilkan momen jenius.” Dia menambahkan: “Kadang-kadang Toni berfokus terlalu banyak pada kinerja sendiri, tapi dia memiliki kemampuan untuk akhirnya mengambil tanggung jawab untuk cara bermain seluruh tim.” Sosok Kroos pertama kali dikenal ketika bermain untuk klub lokal Greifswalder SC, sebelum kemudian pindah ke tim muda Hansa Rostock.

Bayern Munchen, Toni Kroos Dan Manchester United – Setelah itu Kroos pindah untuk setup muda Bayern Munchen pada tahun 2006. Untuk musim 2007-08 ketika dirinya baru berusia 17, Kroos dipromosikan ke tim senior Bayern. Sebagai pemain yang masih sangat belia, Kroos membuat awal yang luar biasa untuk karir Bundesliga, membuat debut untuk Bayern pada tanggal 26 September 2007. Dirinya tampil dalam kekalahan 5-0 yang dialami Bayern dari Energie Cottbus dan dua kali membantu gol Miroslav Klose dalam 18 menit penampilannya sebagai pemain pengganti.

Kesialan Valencia Kenakan Nomor Tujuh Di United

Kesialan Valencia Kenakan Nomor Tujuh Di United

Kesialan Valencia Kenakan Nomor Tujuh Di United

Mengenakan nomor punggung keramat di salah satu klub besar memang bisa menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Akan tetapi itu semua tidak berlaku untuk seorang pemain bernama Antonio Valencia yang mengungkapkan bahwa dirinya itu merasa kurang beruntung dalam memakai nomor punggung keramat di klubnya yakni di Manchester United. Seperti yang sudah kita lihat bahwa pemain tersebut itu di sepanjang musim ini kembali mengenakan nomor punggung 25. Pemain yang berasal dari EKuador tersebut tiu pun memilih untuk meninggalkan nomor punggung keramat yakni nomor punggung tujug yang telah di berikan oleh pelatih sebelumnya yakni Sir Alex Ferguson. Dan hasilnya performa dari pemain tersebut itu kunjung lebih membaik pada musim ini. Itu pun memang merupakan salah satu alasan mengapa pemain tersebut itu merasa lebih nyaman dengan memakai nomor punggung yang sejak pertama dia kenakan semasa baru bergabung dengan Setan Merah pada beberapa musim lalu.

Pemain itu sendiri lantas mengungkapkan bahwa ini memang lebih kepada sebuah fakta bahwa nomor 25 tersebut itu merupakan nomor saya pada saat pertama kali saya datang ke klub ini dan saya bermain baik selama memakai nomor punggung tersebut itu. Dengan itu maka saya berfikiran bahwa mengapa saya ini tidak kembali untuk mengenakan nomor punggung 25 tersebut? Saya memang memiliki waktu yang baik dan merasa keberuntungan dengan mengenakan nomor tersebut. Nomor punggung kebesaran tujuh itu memang menjadi sebuah nomor keramat bagi Manchester United. Nama pemain – pemain besar sudah tercatat pernah mengenakan nomor kebesaran tersebut itu di antaranya sudah ada nama pemain seperti Eric Cantona, David Beckham sampai Cristiano Ronaldo.

Dengan itu maka pemain yang nantinya mengenakan nomor punggung tersebut itu nantinya akan mendapatkan sebuah tanggung jawab yang sangat besar untuk klub. Valencia itu sendiri pun di anggap tidak bisa untuk menjalankan hal mengenai tugas dengan baik pada saat mengenakan nomor punggung tujuh yang sebelumnya telah di pakai oleh pemain bernama Michael Owen. Tidak hanya mengenai alasan yang berunsur negative semata kenapa saya ini memutuskan untuk mengganti nomor punggung yang saya kenakan saat ini. Saya ini tidak menginginkan orang berfikiran bahwa saya ini tidak bisa melakukan tugas dengan sebaik mungkin untuk tim ini dan juga karena factor  tekanan tambahan juga sejak saya mengenakan kostum bernomor punggung tujuh tersebut itu. Dengan berbagai macam alasan yang berunsur negative dan yang lainnya tersebut itu maka Valencia itu memutuskan untuk kembali mengenakan nomor punggung semula yakni 25 karena dirinya itu menganggap belum bisa mengemban tugas yang berat nantinya jika mengenakan nomor punggung tujuh apalagi dia juga menyadari bahwa penampilannya pada musim lalu tidak terlalu bagus.

Evra Ingin Roh Setan Merah Kembali

Evra Ingin Roh Setan Merah Kembali

Evra Ingin Roh Setan Merah Kembali

Pada awal musim ini secara mengejutkan juara bertahan Liga Premier Inggris Manchester United harus berada di papan tengah klasemen sementara Liga Premier Inggris tepatnya pada posisi ke delapan klasemen sementara Liga Premier Inggris. Hasil – hasil minor yang kerap kali di dapatkan oleh Patrice Evra dkk dalam sejumlah pertandingan pada musim ini memang berdampak pada raihan poin Manchester United pada musim ini yang kurang maksimal hingga memasuki pekan ke 16 Liga Premier Inggris Manchester United hanya mampu meraih 25 angka dari 16 pertadingan dan berselisih cukup jauh dengan Arsenal di puncak klasemen yakni 10 poin.

Menurut bek kiri Manchester United asal Prancis Patrice Evra dirinya mengakui bahwa penampilan Manchester United pada musim ini memang tidak bisa semaksimal seperti pada musim – musim sebelumnya dan ia juga menyadari bahwa perjuangan Manchester United untuk meraih gelar juara Liga Premier Inggris pada akhir musim nanti akan sangat berat bagi timnya dimana saat ini mereka masih tercecer di papan tengah klasemen sementara Liga Premier Inggris. Menurut Patrice Evra pada musim ini Manchester United seperti kehilangan roh permainan dan menurutnya jika Manchester United ingin bisa meraih kemenangan demi kemenangan dalam pertandingan – pertandingan berikutnya maka ia berharap bahwa Manchester United bisa segera menemukan kembali roh permainan Manchester United seperti pada musim – musim sebelumnya.

Pergantian pelatih dari Sir Alex Ferguson ke pelatih baru yakni David Moyes menurut Patrice Evra memang memberikan dampak yang cukup besar bagi Manchester United di musim ini. David Moyes yang baru pada musim ini merasakan melatih klub besar seperti Manchester United memang masih harus banyak belajar dari pendahulunya yakni Sir Alex Ferguson yang mampu membawa kejayaan bagi Manchester United di hampir seperempat abad lamanya. Raihan buruk di dua laga kandang Manchester United saat melakoni pertandingan menghadapi Newcastle United dan Everton beberapa waktu yang lalu memang seperti membuat Old Trafford kini seakan tak ‘angker’ seperti dulu lagi.

“Posisi di tabel klasemen hanyalah berupa angka – angka dan saya rasa kami tak boleh terus terpaku pada posisi kami di tabel klasemen karena saat ini fokus kami adalah untuk bisa terus meraih kemenangan demi kemenangan di pertandingan – pertandingan berikutnya di berbagai ajang mulai dari Liga Premier Inggris dan juga ajang Liga Champions Eropa. Kami harus bisa kembali menemukan roh permainan kami seperti pada musim – musim sebelumnya jika kami memang ingin bisa meraih kemenangan demi kemenangan di pertandingan – pertandingan berikutnya dan kami berharap hal tersebut bisa segera dapat terwujud” ungkap pemain internasional Prancis tersebut.