AS Roma Yang Tidak Sombong

AS Roma Yang Tidak Sombong

AS Roma Yang Tidak Sombong

AS Roma Yang Tidak Sombong – Rudi Garcia yang merupakan pelatih As Roma memuji reaksi timnya setelah Napoli berhasil menyamakan skor dalam pertandingan. Garcia juga menilai peluang kedua tim untuk lolos ke final Coppa Italia masih sama banyak. Keluar sebagai pemenang pada pertandingan leg pertama babak semifinal Coppa Italia di Stadion Olimpico markas sendiri, Kamis (6/2/2014) dinihari. Giallorossi pun menang dengan skor 3-2 atas Napoli. Sebenarnya Roma mengawali pertandingan dengan sangat bagus. Hingga turun minum pertandingan, mereka memimpin berkat gol dari Gervinho dan Kevin Strootman yang membuat tim unggul 2-0. Namun, Napoli bangkit pada babak selanjutnya. Mereka mampu menyamakan kedudukan berkat gol bunuh diri Morgan De Sanctis dan gol Dries Mertens untuk menyamakan skor.

AS Roma Yang Tidak Sombong – Winger asal Pantai Gading akhirnya menjadi penentu kemenangan tim yang dibelanya. Gervinho mencetak gol ke gawang Napoli lagi saat waktu normal tinggal tersisa beberapa menit saja. “Prioritasnya adalah menang dalam pertandingan ini. Tentu saja akan lebih baik kalau tidak kebobolan gol tandang oleh lawan. Namun, malam ini kita menyaksikan sebuah pertandingan yang sangat luar biasa.” “Kesalahan-kesalahan yang ada di lapangan bisa terjadi dan itulah bagaimana Napoli mencetak gol ke gawang kami. Tapi, mereka memiliki kualitas yang baik dan kami juga begitu sepanjang pertandingan. Kita lihat saja pada pertandingan di leg kedua karena kami pastinya akan ke sana untuk memastikan tiket lolos ke babak final.”

AS Roma Yang Tidak Sombong – Pelatih asal Prancis itu mengakui bahwa Roma sempat “tertidur” pada awal babak kedua dimulai. Dia pun senang karena timnya menunjukkan reaksi yang positif setelah skor berubah menjadi 2-2 di pertengahan babak. “Gol pertama yang dicetak Napoli mengubah segalanya secara psikologis karena Napoli tiba-tiba punya kepercayaan diri dan konsentrasi kami menurun dalam pertandingan. Namun, saya suka dengan reaksi kami setelah skor imbang karena lawan mencetak gol untuk kedua kalinya, yang mengantarkan kami kepada kemenangan pada pertandingan ini.” “Kami punya keunggulan dua gol di babak pertama, tapi memulai babak kedua tanpa serangan ke lini pertahanan lawan. Saya selalu mengatakan bahwa menyerang adalah pertahanan yang terbaik yang dilakukan sebuah tim.”

AS Roma Yang Tidak Sombong – Punya bekal kemenangan 3-2, Roma akan menjalani pertandingan di leg kedua babak semifinal yang dilangsungkan di San Paolo, 12 Februari nanti. “Saya pikir peluang lolos masih fifty-fifty, kedua tim masih bisa saja lolos ke final.” “Kami tahu bahwa kami bisa mencetak gol melawan Napoli nanti, tapi kami juga tahu bahwa mereka punya serangan yang sangat bagus ke pertahanan lawan. Kalau kita melihat pertandingan seperti pada pertandingan ini, maka itu adalah iklan yang bagus untuk sepakbola kami.”

Berita Bola Online Pjanic Yakin Roma Terus Dipuncak

Pjanic Yakin Roma Terus Dipuncak

Pjanic Yakin Roma Terus Dipuncak

Berita Bola Online – Hingga pekan ke – 11 Serie A Liga Italia AS Roma yang sejak awal musim ini berada di puncak klasemen masih kokoh bertahta sebagai pemuncak klasemen dengan total raihan 31 poin dari hasil 10 kemenangan beruntun di awal musim ini dan satu hasil imbang di pekan ke – 11 lalu. Meski pada pertandigan terakhir AS Roma hanya mampu menambah satu poin namun AS Roma tetap mampu berada di puncak klasemen karena tim – tim yang berada di bawah mereka seperti Napoli atau Juventus justru mulai terseok – seok memasuki pekan ke – 10. Meski kini AS Roma berada di puncak klasemen namun dan tetap bertahan disana hingga pekan ke -11 ini namun tak sedikit orang yang beranggapan bahwa hal ini tak akan berlangsung lama.

Namun hal itu berbeda jika pertanyaan ‘apakah AS Roma akan tetap bertahan di puncak klasemen?’ diberikan kepada punggawa muda AS Roma yang saat ini sedang menjadi perbincangan hangat karena penampilan gemilangnya yakni Miralem Pjanic. Menurut Pjanic dirinya tetap yakin bahwa tim yang dibelanya tersebut akan tetap berada di puncak klasemen Serie A Liga Italia hingga akhir musim nanti dan mengangkat trofi Scudetto di akhir musim nanti dan menurutnya sama sekali tak ada alasan untuk AS Roma turun peringkat.

“Mengawali musim ini dengan gemilang memang menjadi impian setiap tim yang memiliki tekad kuat untuk menjadi juara dan kami telah mampu melakukannya di awal musim ini. kemenangan demi kemenangan yang kami raih di awal musim ini benar – benar mampu membuat kami percaya dan yakin akan mimpi indah kami untuk mengangkat trofi Scudetto di akhir musim nanti. terlepas dari hasil imbang pada pertandingan terakhir kami di Serie A Liga Italia saat berhadapan dengan Torino beberapa waktu yang lalu kami tetap yakin akan berada di puncak dan sama sekali tak ada alasan bagi kami untuk turun peringkat” ungkap Miralem Pjanic.

AS Roma saat ini berada di puncak klasemen dengan raihan total 31 poin dari hasil 10 kemenangan beruntun di 10 laga perdana dan satu kali hasil imbang pada laga terakhir dan saat ini mereka unggul masing – masing 3 poin dengan tim yang berada di peringkat kedua dan ketiga yakni Napoli dan Juventus yang hingga pekan ke – 11 telah meraih total 28 poin. Pelatih AS Roma Rudi Garcia terus mengingatkan kepada para pemainnya agar tak cepat puas diri dengan apa yang telah diraih oleh mereka di awal musim ini karena menurut mantan pelatih Lille ini perjalanan menuju Scudetto masih sangat panjang dan butuh konsistensi permainan untuk dapat meraihnya. Berita Bola Online

Bursa Taruhan Totti Menunggu Kepastian Masa Depannya

Totti Menunggu Kepastian Masa Depannya

Totti Menunggu Kepastian Masa Depannya

Bursa Taruhan – Francisco Totti menjadi satu dari sekian banyak pemain di klub Italia yang masih berkarir di dunia sepak bola profesional diusia yang sudah tidak muda lagi. Pesepak bola yang dijuluki Pangeran Roma tersebut sudah berusia 36, usia yang tidak cukup ideal sebagai pesepak bola profesional apalagi sebagai striker. Akan tetapi, karirnya di AS Roma masih gemilang. Bahkan, ia sering dijadikan panutan bagi punggawa muda AS Roma di musim lalu.

Akan tetapi, sampai sekarang, ia belum mendapatkan tawaran perpanjangan kontrak bersama AS Roma. Sejatinya, masa kontrak sang legenda AS Roma ini akan berakhir tahun depan. Pada saat ini, ia mengerti bahwa posisinya di klub yang telah ia bela selama 22 tahun ini tidak aman. Bagi pemain di mana kontraknya tinggal satu tahun, mereka pasti was-was mengenai masa depan mereka. Begitulah yang dirasakan oleh Francesco Totti.

Totti sangat berharap bahwa manajemen AS Roma segera menawarinya perpanjangan kontrak. Loyalitas Totti kepada klub sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Ia memulai karir sebagai pesepak bola profesional bersama AS Roma. Ia pun menjadi satu dari beberapa pemain sepak bola yang hanya memperkuat satu tim saja. Jika ia ditawari perpanjangan kontrak, bukan tidak mungkin jika dirinya akan gantung sepatu bersama AS Roma.

Ada kemungkinan jika Totti akan mengikuti jejak Marco Di Vaio menuju ke MLS (Major League Soccer) dan menjadi bagian dari sepak bola Amerika Serikat. Isu yang berkembang adalah pemain yang satu ini akan hijrah ke Amerika dan bergabung dengan salah satu klub di sana. Dalam hal ini, Totti tidak mau mengamini atau menyangkal. Kepada awak media, dia hanya mengatakan bahwa dirinya akan menghormati AS Roma mengingat  ia masih terikat kontrak dengan klub yang telah membesarkan namanya tersebut. Ia tidak memungkiri bahwa dirinya sering berkomunikasi dengan Di Vaio. Ia hanya menyampaikan kabar bahwa Di Vaio sangat senang berada di Kanada. Namun, pernyataan Totti ini tidak menandaskan bahwa dirinya akan menyusul Di Vaio.

Di sisi lain, mungkin saja Totti akan bergabung dengan skuad Ancelotti di Real Madrid. Pasalnya, ia sempat berpikir untuk bergabung dengan Real Madrid. Tepatnya pada tahun 2004, ia pernah memiliki keinginan untuk menjadi bagian dari raksasa Spanyol tersebut. akan tetapi, pada waktu itu ia memutuskan untuk menetap bersama AS Roma. Untuk saat ini, tampaknya mimpi tersebut tidak bisa ia dapatkan lagi. Di usianya yang ke 36, sangat sulit baginya untuk diterima di Real Madrid. Jika pada tahun 2004 silam dirinya jadi bergabung dengan Real Madrid, ia akan mampu mengangkat banyak trofi. Tidak seperti di AS Roma, di mana dirinya hanya berhasil mengangkat trofi Liga Italia satu kali semasa karirnya sebagai pesepak bola profesional. Bursa Taruhan