Pemain Free Transfer Terbaik : Denis Law

 

Denis-Law

Pemain Free Transfer Terbaik : Denis Law

Bursa Taruhan Piala Dunia – Setelah membahas pemain berstatus free transfer terbaik seperti Luis Enrique yang pindah dari Real Madrid ke Barcelona, kini ada pemain lain yang akan dibahas. Melibatkan rivalitas yang cukup besar dimasanya, yakni Manchester United dan Manchester City.

Maret 1960, dan seorang pemain berusia 20 tahun dari Huddersfield Town, Denis Law adalah buruan beberapa klub terkenal. Newcastle United, Wolverhampton Wanderers, Manchester Citym West Bromwich Albion, Birmingham City dan Rangers semua mempersiapkan penawaran, tapi yang paling berpeluang besar untuk mendapatkan jasa pemain 20 tahun adalah Arsenal. Arsenal mengajukan tawaran senilai 50 ribu pounds. Bos mereka George Swindin mengatkaan “Denis adalah pemain hebat, gayanya bermain cocok dalam tradisi Arsenal, dan akan sangat luar biasa bila dia bisa bermain disini,” ditambah pula saran dari Tommy Docherty, yang mengatakan :”bila kau punya kesempatan, datanglah ke Arsenal! Mereka adalah klub besar!” Yang terjadi adalah Law bergabung dengan Manchester City meski telah ditawae 55 ribu pounds oleh Arsenal, dan tak lama setelah musim dumulai, Docherty yang marah mengatakan pada Koran the Sunday bahwa pemain muda itu telah salah memilih klub. “Denis akan menyesal dengan keputusan itu. Dia mengatakan ingin bertahan di First Division (liga utama Inggris sebelum era Premier League) dan bila ia memilih Manchester City saya meragukan dia dapat bertahan di sepak bola utama. LAW GAGAL DALAM MEMILIH TIM,” Teriak Docherty pada Mirror beberapa hari setelahnya. “Saya kecewa saat membaca (komentar Docherty) itu, respon Law. “Bodoh bila mengatakan tentang degradasi tepat saat kami memiliki start yang sempurna.” Musim itu City melaporkan Docherty pada Badan Liga Inggris karena bertindak tak pantas.

Tapi seperti biasanya, Law santai dengan kejadian itu, dan tentu saja berakhir dengan pekerjaan yang sangat bagus di Manchester United, Law juga bukan tipe yang menyimpan dendam. Takdir menentukan bahwa dia akan bermain dibawah arahan Docherty di pertandingan Internasional. Dia akhir tahun 1972, bos Manchester United Frank O’Farrell mulai berjuang untuk mendekatinya, selain O’Farrell, Sir Matt Busby juga berupaya untuk melakukan persuasi pada Law. Law yang terkesan dengan skill taktik yang dimiliki oleh Docherty dan kemampuannya dalam man-management akhirnya kembali bertanya, dan Docherty menjawab : “Saya memberikan dia (Law) banyak saran, kemudian Manchester United maju dan menangkapnya.” Law juga mengatakan : “Empat bukan setelah saya membantu dia dari pindu depan, the Doc ternyata mendorong saya melalui pintu belakang.” Di akhir musim 1972-1973, Docherty memanggil Law ke kantornya dan mengatakan kepada Law bahwa Manchester United telah memutuskan untuk membebaskan statusnya sebagai pemain di klub itu. Dia berstatus free transfer, striker tajam yang telah menjadi andalan Manchester United, bahkan kombinasinya dengan George Best dan Bobby Charlton disebut sebagai holy trinity, harus menerima kenyataan kalau dia tak diinginkan lagi oleh klub yang dicintainya. Law yang terkejut karena kontraknya masih bersisa setahun mengatakan bahwa dia memilih pensiun untuk klub yang dicintainya. Docherty keukeuh pada keputusannya, dan sebuah perjanjian telah dibuat bahwa Law akan bermain di pertandingan terakhirnya dalam seragam Manchester United dalam partai testimonial yang akan mengundang juara Eropa, Ajax Amsterdam – yang diangkat dengan tema Law vs Cruyff – setelah pertandingan itu dia sebenarnya akan pensiun. Sampai suatu hari manajer City, Jhonny Hart mengajak makan malam. Tak dinyana, momen itu menjadi momen comeback-nya dalam sepak bola, meski Cuma semusim. Law akhirnya menjadi pemain Manchester United lagi dan dia masih bisa mencetak banyak gol, salah satunya adalah gol ke gawang Manchester United. Gol yang menyebabkan Law menangis karena efek dari gol itu, Manchester United harus degradasi