Paul Lambert Takut Dipecat Oleh Aston Villa

 

Paul Lambert Takut Dipecat Oleh Aston Villa

Paul Lambert Takut Dipecat Oleh Aston Villa

Tumbangnya satu per satu pelatih di Liga Premier membuat Paul Lambert dihantui perasaan tersebut. Pelatih Aston Villa itu sejauh ini masih belum menunjukkan performa terbaik, dan seakan grafik permainan mereka menurun drastis, walau ia menyadari hubungan yang baik dengan pimpinan klub Randy Lerner sepenuhnya tidak akan membantu. Pelatih yang kebetulan juga berasal dari Skotlandia, menangani Aston Villa sejak memasuki musim kompetisi 2012 dan menghabiskan musim pertamanya dengan perjuangan klub untuk menghindari zona degradasi di Liga Premier. Lima kemenangan dari 10 pertandingan terakhir ternyata mampu menghindari Aston Villa dari degradasi, namun pertarungan kali ini sepertinya tidak dapat dihindari lagi dan mereka juga mengalami kendala yang lebih signifikan.

Empat pertandingan berakhir dengan kekalahan dan mereka sempat tertahan 1-1 oleh Swansea City pada akhir pekan kemarin, namun tim besutan Lambert itu hanya selisih empat angka saja dari tim yang menempati zona degradasi. Hanya dua kemenangan dari 10 laga kandang, tentu salah satu catatan yang sulit diterima dan Lambert sepertinya sudah mengantisipasi segala sesuatunya, termasuk pemecatan yang akan dilakukan pihak petinggi klub. “Hubungan saya dengan Rendy sangat baik, tetapi hal itu bukan berarti saya kebal terhadap pemecatan,” lanjutnya. “Saya selalu menguatirkan hal tersebut. Saya tahu bahwa dalam dunia sepakbola tidak ada kepastian dan saya juga merasakannya ketika masih aktif sebagai pesepakbola. Saya pikir sebagai salah satu pribadi yang menekuni bakat tersebut, terkadang anda harus merasakan tekanan itu.

“Tidak ada perbedaan yang jauh dari setiap klub yang pernah saya tangani sebelumnya. “Saya pikir tidak ada sebuah cobaan yang jauh lebih tangguh dibandingkan tahun lalu dan kami mampu melewatinya dengan baik bersama saya. Kemudian saya berbicara dengannya pada keesokan malam dan sejauh ini tidak ada permasalahan. “Kami memiliki rencana. Randy juga seseorang yang melakukan tugasnya dengan baik sebagai ujung tombak di klub ini. “Tetapi saya menganggap langkah kami di musim ini masih terpuruk jauh dari yang kami harapkan. Saya juga menyadari perjalanan masih panjang, namun tetap saja ada sebuah tantangan yang harus dihadapi.” Lambert menyadari bahwa pentingnya untuk memperoleh angka ketika melawan Swansea, terlebih lagi absennya trio andalan, Christian Benteke, Ron Vlaar dan Jores Okore.

Ia menambahkan: “Ini merupakan sebuah pertandingan, di mana anda sangat haus akan kemenangan, tetapi satu angka sudah cukup baik ketimbang menelan kekalahan, d mana ini merupakan sesuatu hal yang sangat vital bagi kami. “Kami tidak diperkuat oleh sejumlah nama-nama besar, dan ini sangat penting bagi kami untuk terus melangkah. Kami dihuni oleh sebagian besar pemain muda dan ketika anda kehilangan pemain seperti Benteke, Vlaar dan Okore, mungkin hal tersebut sangat berpengaruh besar. “Kami (manajemen tim Villa) hanya baru di sini 17 bulan dan saya tahu di tahun pertama tentu tantangan sangat tangguh, namun kami baru separuh musim bila melihat klasemen sementara dan tentu merupakan salah satu poin penting.”