Eto’o Minta Maaf Atas Pelanggaran Yang Dilakukannya

 

Eto'o Minta Maaf Atas Pelanggaran Yang Dilakukannya

Eto’o Minta Maaf Atas Pelanggaran Yang Dilakukannya

Pemain Chelsea yang berasal dari Kamerun Samuel Eto’o melakukan pelanggaran keras terhadap Jordan Henderson pada pertandingan Chelsea melawan Liverpool. Mengaku bukan tipe pemain yang bermain kasar. Eto’o juga telah meminta maaf atas pelanggaran yang dilakukan kepada Henderson. Eto’o menjadi pemain yang mencetak gol penentu kemenangan Chelsea atas Liverpool di Stamford Bridge, Minggu (29/12/2013) lalu. Satu gol yang dicetaknya memastikan The Blues menang dengan skor tipis 2-1. Tapi yang lebih banyak dibicarakan orang banyak bukan gol yang dicetak Eto’o. Eto’o banyak mengisi headline media massa gara-gara pelanggaran kerasnya terhadap pemain muda Inggiris Henderson pada menit-menit awal. Saat kejadian itu, kaki dari Eto’o mendarat di lutut dan tulang kering Henderson. Henderson pun langsung meringis kesakitan dan terkapar di lapangan. Meski demikian, wasit yang memimpin pertandingan Howard Webb tak memberikan kartu kepada Eto’o.

Keputusan yang telah diambil Webb tersebut membuat manajer Liverpool asal Irlandia Utara Brendan Rodgers merasa kecewa dengan kepemimpinannya. Rodgers menganggap bahwa mantan pemain Inter Milan itu harusnya diganjar kartu merah. Eto’o sendiri akhirnya meminta maaf atas pelanggaran yang dilakukannya terhadap Henderson. Tapi dia mengaku bahwa dia bukanlah tipe pemain yang suka mencederai lawan. “Mungkin saya seharusnya diganjar kartu merah oleh wasit yang memimpin pertandingan itu.” “Namun saya bukanlah seorang wasit. Semua orang punya opini masing-masing atas pelanggaran itu, tapi kita harus bisa menghormati keputusan yang telah diambil oleh ofisial.”

“Pada momen-momen yang terjadi di awal pertandingan. Kedua tim sama-sama terlihat sangat bergairah. Tapi orang-orang tahu bahwa saya tidak bermain kasar. Saya sangat sedih ketika melihat Jordan tergeletak di atas lapangan dan saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengatakan maaf kepadanya.” “Ada hari-hari tertentu yang itu merupakan di mana saya menjadi pemain yang mendapatkan tendangan dari lawan. Inilah yang namanya sepakbola dan sayangnya hal ini bisa terjadi.” “Tapi satu-satunya niat saya adalah untuk terus bertahan dan mencegah tim saya untuk kebobolan gol. Tak ada hal yang lain. Itu bukan untuk membuat lawan meninggalkan lapangan karena cedera.”

Selain soal pelanggaran keras terhadap Henderson. Eto’o juga disorot karena menjatuhkan penyerang asal Uruguay Luis Suarez di kotak penalti Chelsea pada menit-menit akhir sebelum pertandingan berakhir. Untuk insiden yang terjadi untuk kedua kalinya ini Webb juga tak menjatuhkan hukuman apa-apa untuk Chelsea atau pun Eto’o. “Wasit telah melakukan pekerjaannya dengan sanga baik. Dia hanya berjarak dua meter dari kami,.” Kita semua tak boleh jadi wasit dan mudah bagi orang-orang untuk bicara yang bernada Protes ketika mereka jauh. Ya, memang ada kontak. Tapi saya tak melakukan pelanggaran keras.”