Arsene Wenger Simpati Atas Pemecatan Andre Villas Boas

 

Arsene Wenger Simpati Atas Pemecatan Andre Villas Boas

Arsene Wenger Simpati Atas Pemecatan Andre Villas Boas

Menajer Arsenal, Arsene Wenger mengatakan bahwa semua manajer harus diberi waktu. Dia juga ingat ketika orang orang menuduh dia berpikir gila ketika menyebutkan bahwa Andre Villas Boas akan membutuhkan waktu untuk mengambil hasil dari sejumlah pembelian pemain bintang di musim panas lalu.  Andre Villas Boas menjadi manajer Tottenham Hotspur kesembilan yang dipecat oleh petinggi Tottenham Hotspur sejak Arsene Wenger mengambil alih pekerjaan di Arsenal pada bulan September 1996 lalu.  Tottenham Hotspur sangat berbeda dengan Tottenham Hotspurs pada musim lalu. Klub yang bermarkas di White Hart Line itu menjadi rival berat Arsenal untuk marebut posisi 4 yang mana itu adalah posisi terakhir untuk lolos ke Liga Champions pada musim lalu.

Pada musim itu, Tottenham Hotspur sangat bergantung kepada Gareth Bale yang menjadi top Skorer Tottenham Hotspur pada musim itu. namun sekarang semua berubah semenjak bintang asal Wales itu pindah ke Real Madrid pada awal musim ini.  Tottenham Hotspur mencari pemain yang tepat untuk menggantikan Gareth Bale yang memang ngebet untuk pindah ke Real Madrid. petinggi Tottenham Hotsur, Joe Lewis mengucurkan dana yang tidak sedikit untuk membeli pemain yaitu sekitar 107 juta pound. Andre Villas Boas pun menggunakan uang itu untuk membeli pemain pemain seperti Paulinho, Christian Eriksen, Roberto Soldado, Nacer Chadli, Etienne Capoue, Vlad Chiriches dan Erik Lamela.

Andre Villas Boas pun mencoba memainkan semua orang baru itu dalam skuad utama Tottenham Hotspur. Hasilnya? Banyak kekalahan. Termasuk kekalahan telak saat melawan Man City dengan skor 6 – 0 dan  dibantai oleh Liverpool dengan skor 5 – 0 dikandang mereka di White Hart Line dimana hal itu tidak pernah terjadi beberapa tahun terakhir ini. Banyak pengamat teringat kembali perkataan Arsene Wenger yang ternyata benar. Arsene Wenger mengatakan “ ya, pasti anda perlu waktu. Lihat ketika saya berkata kepada anda pada awal musim bahwa ketika anda memberli lebih dari 3 pemain baru anda akan mengambil risiko teknis. Anda semua menertawakan saya, tapi itu adalah kenyataan. Jika anda melihat secara matematis, apa yang dialami oleh TOttenham Hotspur ini merupakan kejutan.

Apakah itu ada masalah dengan hubungan internal dengan manajernya atau ketuanya atau para petinggi? Saya tidak tau. apakah ini merupakan reaski emosional karena kalah dengan skor telak di kandang? Saya harap bukan. Kemudian dia melanjutkan saya bersimpati dengan semua manajer karena setiap orang tidak tau seberapa menderitanya seorang manajer, anda tidak tau berapa banyak malam dilalui tanpa tidur yang dialami seorang manajer dimana berapa orang hanya taunya bahwa timnya harus menang. tentu saja anda harus bersimpati kepada orang orang yang kehilangan pekerjaan mereka.”